Risiko Tersembunyi Enam Perawatan Kecantikan


VIVAnews – Hampir setiap wanita mendambakan cantik. Berbagai trik menyempurnakan penampilan pun dilakukan. Hanya, sebagian melakukannya tanpa nalar sehingga obsesinya menjadi cantik justru bumerang.

Demi menjadi cantik, banyak wanita berpikir dangkal. Mereka nekat mengaplikasikan berbagai trik kecantikan tanpa memerhatikan efek buruknya. Tak jarang mereka yang mengalami cantik dalam sekejap akan terjerumus menjadi si buruk rupa, atau wanita rentan penyakit.

Seperti dikutip dari Aol.com, berikut sejumlah efek buruk di balik trik kecantikan yang perlu menjadi perhatian para pemburu kecantikan.

Mewarnai Rambut

Bagi sebagain orang, mewarnai rambut bisa membangkitkan rasa percaya diri. Tapi tahukan Anda, berdasarkan studi terbaru di Universitas Yale, wanita yang mulai mengecat rambut sebelum 1980 atau 30 tahun lalu, memiliki risiko terserang kanker darah 30 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tak pernah mengecat rambut. Studi yang dipublikasikan di ‘American Journal of Epidemiology’ ini menyebut, peningkatan risiko kanker hanya dialami mereka yang rutin mengecat rambut dengan warna gelap.

Pemakaian pelembab tubuh
Cermati kandungan pelembab tubuh sebelum Anda membeli. Hindari kandungan sodium lauril sulfat (SLS) dan minyak mineral dalam pelembab yang Anda pakai. Penelitian yang diterbitkan di ‘Journal of Investigative Dermatology pada Juni 2008 mengungkap, kandungan kimia itu meningkatkan risiko terserang tumor dan kanker kulit.

Pemakaian Lensa Kontak Berwarna
Banyak wanita menggunakan lensa kontak sebagai aksesori pemikat penampilan. Mereka tak terlalu peduli dampak buruk terhadap kesehatan. Mereka agaknya tak peduli dengan risiko gangguan mata seperti konjungtivitis atau mata merah, ulkus kornea, abrasi kornea, dan gangguan penglihatan atau kebutaan. “Membeli lensa kontak tanpa resep berbahaya!”

Manikur dan Pedikur
Hati-hati, manikur dan pedikur bisa berbahaya untuk kesehatan, termasuk reaksi alergi, infeksi bakteri, dan kutil. Dalam kasus ekstrim, dapat menyebabkan penyakit infeksi serius seperti hepatitis, dan HIV. Mempercantik kuku yang tidak sesuai prosedur juga dapat menyebabkan penyakit kuku, seperti paronychia, onycholysis dan kuku rapuh. Demikian hasil penelitian Columbia University’s Department of Dermatology pada 2006. Jadi, pilih salon kuku yang terjamin kualitasnya.

Ekstensi Rambut

Ekstensi rambut telah dilaporkan menyebabkan sakit kepala dan alopecia traksi, yaitu gangguan rambut rontok yang terkonsentrasi di sekitar garis rambut dan dahi. Sebuah studi baru-baru ini diterbitkan di ‘British Journal of Dermatology’ menemukan bahwa ekstensi rambut bisa menyebabkan rambut rontok.

Kosmetika mata
Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika (FDA) memperingatkan, “Jangan pernah menggunakan pewarna alis atau bulu mata.” Paparan bahan kimianya rentan menyebabkan gangguan penglihatan.

Pemutih Kulit
Menurut American Academy of Dermatologi (AAD), menggunakan krim pemutih kulit dapat menyebabkan ochronosis eksogen, gangguan warna kulit. Apalagi jika produk itu mengandung merkuri, bisa memicu gangguan kehamilan dan kanker. (pet)

• VIVAnews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: