Wanita Hamil Ini Gemar Jilati Cat Mebel


VIVAnews – Emma Veness, wanita 26 yang tengah hamil ini tidak bisa menahan keinginannya untuk mengonsumsi cat pelapis mebel. Ia bahkan telah memiliki kebiasaan mengonsumsinya tiga kali sehari.

Emma didiagnosis menderita Pica, kelainan pola makan di mana penderita gemar mengonsumsi zat non-pangan. “Saya tidak bisa menjelaskan mengapa saya seperti ini. Biasanya saya semprot sedikit cat pelapis mebel di jari saya, lalu menjilatinya. Sering juga saya semprotkan pada kain lap dan mulai saya isap,” katanya, seperti dikutip The Sun.

Emma sadar mengonsumsi cat pelapis mebel bisa membahayakan kesehatannya, juga janinnya. Tapi, segala kekhawatiran yang muncul tak cukup mampu menghentikan kebiasaan itu. Pasangannya, Gavin Wallis, 27, pun putus asa menyembuhkan kelainan tersebut.

Wanita asal Birmingham ini mengatakan, pertama kali terobsesi dengan cat pelapis mebel saat hamil anak pertama, Darcie yang kini berusia 11 bulan. Kala itu, ia seperti sakau untuk selalu menghirup aroma cat pelapis mebel yang telah disemprot di kain lap.

Demi sembuh dari kelainan itu, ia telah berkonsultasi ke sejumlah dokter. Tanpa bisa berbuat banyak, dokter hanya menyarankannya untuk mengonsumsi cokelat sebagai gantinya. “Saya menemui dokter, tapi dia hanya menyuruh saya untuk makan cokelat sebagai gantinya.”

Kelainan ini tidak hanya menimpa Emma. Beberapa waktu lalu, seorang wanita 30 tahun asal Bradenton, Florida, bernama Adele, mendadak sohor setelah sebuah acara televisi ‘My Strange Addiction’ menayangkan kebiasaannya menyantap bantal sofa. Ia selalu menyiapkan beberapa porsi busa di dalam tas sebagai camilan ketika bepergian.

Psikolog Jason Mihalko mengatakan, pica paling banyak dialami wanita dan anak-anak. “Ada kasus di mana penderita pica makan logam, debu, kotoran, kapur, peralatan menulis dan getah pohon,” katanya seraya mengatakan bahwa belum ada penelitian yang mengungkap penyebab pasti kelainan ini.

“Penelitian tentang Pica sangat sedikit,” kata Mihalko. “Beberapa poin penelitian menyatakan kekurangan mineral, sementara pemikiran yang lebih baru adalah pica lebih erat kaitannya dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD).”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: